E-Business Strategy pada Air Asia

Penerapan Generic Strategy pada Air Asia

  1. COST LEADERSHIP (Strategy Biaya Rendah)

Strategi ini hanya mungkin dijalankan jika dimiliki beberapa keunggulan di bidang sumber daya perusahaan, yaitu: kuat akan modal, trampil pada rekayasa proses (process engineering), pengawasan yang ketat, mudah diproduksi, serta biaya distribusi dan promosi rendah. Sedangkan dari bidang organisasi, perusahaan harus memiliki: kemampuan mengendalikan biaya dengan ketat, informasi pengendalian yang baik, insentif berdasarkan target (alokasi insentif berbasis hasil). (Umar, 1999).)

Air Asia menerapkan strategi penerapan harga murah (low cost carier / LCC) dibandingkan dengan kompetitornya.  Strategi ini dipilih karena sesuai dengan target market yang dipilih oleh Air Asia yaitu konsumen penerbangan yang sangat peduli terhadap harga dan hanya membutuhkan maanfat utama dari produk dan pelayanan industri penerbangan yaitu transportasi yang memindahkan konsumen dari satu tempat ke tempat lain.

Dalam hal ini Air Asia memanfaatkan  Internet dengan menggunakan website  www.AirAsia.com dalam menjual tiket.  Pelanggan didorong untuk membeli tiket lewat internet sehingga Air Asia dapat menghemat biaya yang harus dikeluarkan untuk menyewa tempat penjualan tiket beserta stafnya. Penghematan lainnya adalah tidak ada tiket yang dicetak. Pelanggan cukup mencetak sendiri kode penerbangan beserta rinciannya.

Hal – Hal lain yang merupakan strategi air asia dalam menekan biaya sehingga harga tiket Air Asia dapat dibuat serendah mungkin :

1)   AirAsia meniadakan makanan dan minuman di dalam pesawat. Penumpang yang membutuhkan makanan dan minuman tetap dapat memesannya di dalam pesawat.

2)  Rute perjalanan Air Asia pada umumnya butuh waktu antara 3 – 3,5 jam. Hal ini membuat Air Asia dapat menggunakan awak kabin yang sama untuk penerbangan balik dari tujuan kedatangan kembali ke tujuan pemberangkatan sambil membawa penumpang baru dengan demikian biaya gaji awak kabin dapat dikurangi.

3)     Tidak ada biaya yang diperlukan untuk akomodasi awak kabin di tujuan kedatangan karena mereka kembali ke rumah pada hari yang sama, setelah 8-10 jam. Waktu tersebut sama dengan waktu normal orang kantoran biasa bekerja.

4)      Air Asia mencari landasan udara termurah. Sebagai contoh Air Asia lebih memilih landasan udara Macau yang lebih murah dibandingkan Hongkong. Dari Macau penumpang dapat menaiki hovercraft ke Hongkong. Jika dalam sebuah negara tidak terdapat pilihan landasan udara murah, maka Air Asia memilih untuk tidak menggunakan semua fasilitas dalam bandara tersebut semisal jembatan layang yang menghubungkan ruang tunggu dengan pesawat. Penumpang dapat berjalan kaki langsung menuju pesawat.

5) AirAsia hanya menggunakan 1 jenis pesawat sajayaitu Air Bus 320. Hal ini dapat  menghemat biaya pelatihan awak kabin karena mereka hanya perlu mempelajari 1 jenis pesawat saja.

6)    AirAsia melakukan hedging terhadap biaya bahan bakar. Bahan bakar menghabiskan 60 persen dari total biaya operasional AirAsia. Maskapai udara tersebut membayar bahan bakar di depan untuk menjaga harga terendah, sehingga bisa meminimalkan resiko fluktuasi harga bahan bakar.

     2.    DIFFERENTIATION (Strategi Pembedaan Produk)

Pada umumnya strategi biaya rendah dan pembedaan produk diterapkan perusahaan dalam rangka mencapai keunggulan bersaing (competitive advantage) terhadap para pesaingnya pada semua pasar. (Lihat David, 1998; Fournier dan Deighton, 1997; Pass dan Lowes, 1997; Porter, 1980 dan 1985).

AirAsia mempunyai keunggulan produk yang berbeda dari para kompetitornya yaitu  dengan  memberikan tawaran tiket perjalanan murah yang cukup menarik banyak peminat.  Dengan memanfaatkan website di www.AirAsia.com  kita dapat mengetahui tarif  – tarif unggulan yang selalu di update oleh pihak management Air Asia.

Perbedaan lainnya di dalam website AirAsia ada fitur  penerbangan dan hotel yang membantu dan memberi kemudahan serta kepraktisan bagi para calon penumpang yang ingin berwisata di tempat yang akan dituju.

    3.      Fokus ( Strategi Fokus)

perusahaan yang bergerak dengan strategi ini lebih berkonsentrasi pada suatu kelompok pasar tertentu (niche market), wilayah geografis tertentu, atau produk — barang atau jasa — tertentu dengan kemampuan memenuhi kebutuhan konsumen secara baik, excellent delivery. (Lihat David, 1998; Fournier dan Deighton, 1997; Pass dan Lowes, 1997; Porter, 1980 dan 1985).

AirAsia berfokus pada kebutuhan pelanggan di wilayah Asia, terutama wilayah Asia tenggara (pasar lokal) .  Hal ini sangat berkaitan dengan strategi cost leadership dan differentiation,  dimana mereka memperhitungkan tentang kondisi wilayah, kebutuhan dan  pendapatan perkapita penduduk dikawasan tersebut.  Karena itu dalam www.AirAsia.com  kita hanya melihat jadwal keberangkatan dan daerah tujuan di wilayah Asia terutama Asia tenggara. Walaupun dikatakan hanya daerah sekitar Asia terutama Asia tenggara itu bukanlah hal kecil karena jumlah penduduk yang dikawasan tersebut sangat besar , hal ini sangat menguntungkan dan membuat unggul pihak AirAsia dalam menghadapi para kompetitornya.

 

Kesimpulan

Air Asia  sudah cukup berhasil dalam menerapkan strategi E-Business dalam hal ini cakupannya adalah : Cost LeaderShip, Differentation, dan Focus. AirAsia memberi penawaran menarik, kemudahan dan kepraktisan kepada para konsumen, hal inilah yang membuat AirAsia sekarang ini unggul dalam menguasai pasar penerbangan pasar lokal (wilayah Asia Tenggara). Tapi hal tersebut masih harus tetap dievaluasi dan dilakukan penambahan layanan dan organisasi untuk tetap unggul dan menjadi leader di pasar penerbangan kawasan Asia terutama Asia tenggara karena persaingan di pasar bebas sangatlah ketat.

STRATEGI GENERIK

Kelompok : 7
Dosen : Tan Amelia S.Kom., M.MT., MCP
Tugas : Penjelasan dan Penerapan  tentang Generic Strategy

Menurut teori manajemen strategi, strategi jenis perusahaan antara lain dapat diklasifikasi berdasarkan jenis perusahaan. Strategi – strategi yang dimaksud adalah strategi generic (Generic Strategy).  yaitu kajian tentang strategi-strategi utama (grand strategies)

MENURUT STRATEGI GENERIK PORTER

Dalam analisanya tentang strategi bersaing (competitive strategy atau disebut juga Porter’s Five Forces) suatu perusahaan, Michael A. Porter mengintrodusir 3 jenis strategi generik, yaitu: Keunggulan Biaya (Cost Leadership), Pembedaan Produk (Differentiation), dan Focus.

1.     Strategi Biaya Rendah (cost leadership)

Strategi Biaya Rendah (cost leadership) menekankan pada upaya memproduksi produk standar (sama dalam segala aspek) dengan biaya per unit yang sangat rendah. Produk ini (barang maupun jasa) biasanya ditujukan kepada konsumen yang relatif mudah terpengaruh oleh pergeseran harga (price sensitive) atau menggunakan harga sebagai faktor penentu keputusan. Dari sisi perilaku pelanggan, strategi jenis ini amat sesuai dengan kebutuhan pelanggan yang termasuk dalam kategori perilaku low-involvement,ketika konsumen tidak (terlalu) peduli terhadap perbedaan merek, (relatif) tidak membutuhkan pembedaan produk, atau jika terdapat sejumlah besar konsumen memiliki kekuatan tawar-menawar yang signifikan.

Strategi ini membuat perusahaan mampu bertahan terhadap persaingan harga bahkan menjadi pemimpin pasar (market leader) dalam menentukan harga dan memastikan tingkat keuntungan pasar yang tinggi (di atas rata-rata) dan stabil melalui cara-cara yang agresif dalam efisiensi dan kefektifan biaya.

Untuk dapat menjalankan strategi biaya rendah, sebuah perusahaan harus mampu memenuhi persyaratan di dua bidang, yaitu: sumber daya (resources) dan organisasi. Strategi ini hanya mungkin dijalankan jika dimiliki beberapa keunggulan di bidang sumber daya perusahaan, yaitu: kuat akan modal, trampil pada rekayasa proses (process engineering), pengawasan yang ketat, mudah diproduksi, serta biaya distribusi dan promosi rendah. Sedangkan dari bidang organisasi, perusahaan harus memiliki: kemampuan mengendalikan biaya dengan ketat, informasi pengendalian yang baik, insentif berdasarkan target (alokasi insentif berbasis hasil). (Umar, 1999).)

Contoh perusahaan yang menerapkan :   Toyota, dilihat dari implementasi JIT (Just in Time) sehingga proses produksi bisa dipotong, efisiensi dapat tercapai. 

2.     Strategi Pembedaan Produk (differentiation)

Strategi Pembedaan Produk (differentiation), mendorong perusahaan untuk sanggup menemukan keunikan tersendiri dalam pasar yang jadi sasarannya. Keunikan produk (barang atau jasa) yang dikedepankan ini memungkinkan suatu perusahaan untuk menarik minat sebesar-besarnya dari konsumen potensialnya.

 Berbagai kemudahan pemeliharaan, features tambahan, fleksibilitas, kenyamanan dan berbagai hal lainnya yang sulit ditiru lawan merupakan sedikit contoh dari diferensiasi. Strategi jenis ini biasa ditujukan kepada para konsumen potensial yang relatif tidak mengutamakan harga dalam pengambilan keputusannya (price insensitive).  Contoh penggunaan strategi ini secara tepat adalah pada produk barang yang bersifat tahan lama (durable) dan sulit ditiru oleh pesaing.

Pada umumnya strategi biaya rendah dan pembedaan produk diterapkan perusahaan dalam rangka mencapai keunggulan bersaing (competitive advantage) terhadap para pesaingnya pada semua pasar. (Lihat David, 1998; Fournier dan Deighton, 1997; Pass dan Lowes, 1997; Porter, 1980 dan 1985).  Secara umum, terdapat dua bidang syarat yang harus dipenuhi untuk memutuskan memanfaatkan strategi ini ; bidang sumber daya (resources) dan bidang organisasi.  Dari sisi  sumber daya perusahaan, maka untuk menerapkan strategi ini dibutuhkan kekuatan-kekuatan yang tinggi dalam hal: pemasaran produk, kreativitas dan bakat, perekayasaan produk (product engineering), riset pasar, reputasi perusahaan, distribusi, dan ketrampilan kerja. Sedangkan dari sisi bidang organisasi, perusahaan harus kuat dan mampu untuk melakukan: koordinasi antar fungsi manajemen yang terkait, merekrut tenaga yang berkemampuan tinggi, dan mengukur insentif yang subyektif di samping yang obyektif. (Umar, 1999)

Contoh Perusahaan menggunakan strategi Differensial :  Starbuck dengan kopinya yang dengan  coffe shop lain, sehingga pengunjung betah berlama-lama dan rela mengeluarkan harga yang cukup mahal dari yang lain.

3.     Strategi Fokus (focus)

Strategi fokus digunakan untuk membangun keunggulan bersaing dalam suatu segmen pasar yang lebih sempit. Strategi jenis ini ditujukan untuk melayani kebutuhan konsumen yang jumlahnya relatif kecil dan dalam pengambilan keputusannya untuk membeli relatif tidak dipengaruhi oleh harga. Dalam pelaksanaannya – terutama pada perusahaan skala menengah dan besar –, strategi fokus diintegrasikan dengan salah satu dari dua strategi generik lainnya: strategi biaya rendah atau strategi pembedaan karakteristik produk. Strategi ini biasa digunakan oleh pemasok “niche market” (segmen khusus/khas dalam suatu pasar tertentu; disebut pula sebagai ceruk pasar) untuk memenuhi kebutuhan suatu produk — barang dan jasa — khusus.

Syarat bagi penerapan strategi ini adalah adanya besaran pasar yang cukup (market size), terdapat potensi pertumbuhan yang baik, dan tidak terlalu diperhatikan oleh pesaing dalam rangka mencapai keberhasilannya (pesaing tidak tertarik untuk bergerak pada ceruk tersebut). Strategi ini akan menjadi lebih efektif jika konsumen membutuhkan suatu kekhasan tertentu yang tidak diminati oleh perusahaan pesaing. Biasanya perusahaan yang bergerak dengan strategi ini lebih berkonsentrasi pada suatu kelompok pasar tertentu (niche market), wilayah geografis tertentu, atau produk — barang atau jasa — tertentu dengan kemampuan memenuhi kebutuhan konsumen secara baik, excellent delivery. (Lihat David, 1998; Fournier dan Deighton, 1997; Pass dan Lowes, 1997; Porter, 1980 dan 1985).

Contoh Perusahaan :  Apple, yang berfokus kepada produknya selama bertahun tahun tanpa terpengaruh pasar. 

digitalpoint.com “Review Perspektif Technology, Market and models”

Nama / Nim : Iwan Hadi Susanto / 06.41010.0279
Dosen : Tan Amelia
Tugas : digitalpoint.com “Review Perspektif Technology, Market and models”

digital point 

Pengenalan
Digital Point adalah suatu forum tentang Internet Marketing dan Search Engine Optimazion. Merupakan forum yang sangat menjanjikan dalam melakukan bisnis karena disamping jumlah membernya yang sangat banyak juga disana terdapat banyak para webmaster dunia yang saling bertukar informasi tentang teknik dan cara mengoptimalisasikan strategi ebusiness .Banyak sekali produk yang dijual dalam digitalpoint seperti halnya tools tools untuk mengoptimalkan suatu blog atau website, ada juga penjualan berupa domain yang sudah mempunyai rank bagus dalam situs http://www.alexa.com ini berarti memudahkan orang untuk dapat mencari website anda dalam situs pencarian.

DigitalPoint menyediakan fitur blog untuk para membernya berfungsi untuk mempromosikan diri dan produk yg ingin dijual. Tema-tema blog yang banyak dibutuhkan dan diinginkan untuk dibeli (want to buy) para pedagang adalah seputar: finance, assurance, credit card, healthy, beauty, property, games, technology, electronic, dll. Tema-tema tersebut bisa anda bidik sejak awal apabila kita menginginkan untuk bisa optimal dalam memonetize blog.
Hal penting yang harus mejadi perhatian adalah tentang tema blog, karena transaksi jual beli link dan pasang posting sangatlah ditentukan dengan pertimbangan tersebut. Karenanya kita sejak awal harus memperhatikan pula nama domain sesuai dengan tema blog yang akan dikembangkan. Nama domain yang baik adalah mengandung keyword dari tema yang akan menjadi identitas blog tersebut.
Disamping fitur Blog juga terdapat fasilitas advertising (iklan) .

Review dari perspektif Tekhnologi
Dengan menggunakan WhoIS http://www.whois.net/ dapat diketahui bahwa :
Domain Name: DIGITALPOINT.COM
Registrar: OMNIS NETWORK, LLC
Whois Server: whois.omnis.com
Referral URL: http://domains.omnis.com
Name Server: FREEDNS1.REGISTRAR-SERVERS.COM
Name Server: FREEDNS2.REGISTRAR-SERVERS.COM
Name Server: FREEDNS3.REGISTRAR-SERVERS.COM
Name Server: FREEDNS4.REGISTRAR-SERVERS.COM
Name Server: FREEDNS5.REGISTRAR-SERVERS.COM
Status: clientTransferProhibited
Updated Date: 31-may-2012
Creation Date: 02-apr-1999
Expiration Date: 02-apr-2021

next……………………………………….

Cecropia semut (Azteca alfaroi)

SEMUT

Semut adalah hewan tangguh. meskipun  kecil  mereka sanggup merobohkan lawan yang lebih besar dari dirinya. Kerja Sama, Keteraturan dan Pekerja Keras adalah karakter yang paling dikenal dari semut, bahkan semut tergolong hewan yang cerdas dan cerdik.

Semut termasuk dalam ordo Himenoptera bersama dengan lebah dan tawon. Semut terbagi atas lebih dari 12.000 kelompok, dengan perbandingan jumlah yang besar di
kawasan tropis. Jenis semut dibagi menjadi semut pekerja, semut pejantan, dan ratu semut.

Cecropia Semut ( Azteca Alfaroi)

Salah satu spesies semut yang terkuat. Mereka berada dalam kawasan subtropis, Mereka menjaga wilayahnya yang berada di pohon dengan sungguh-sungguh terhadap penyusup. Bekerja bersama-sama, mereka mengepung dan melumpuhkan lawan-lawan mereka dengan menjepit lawan hingga lemas.